Setren kali wonokromo riwayatmu kini
Memancing salah satu kegiatan rutin yang saya lakukan untuk mengisi kejenuhan di sela-sela kesibukan sebagai buruh pabrik. Bersama arek-arek saya sering menghabiskan waktu di hari minggu berkelana di sungai-sungai kumuh di pinggiran Surabaya untuk memancing ikan bethek. Dengan logat dancox’s ala arek-arek suroboyo yang sering menghiasi mulut kami apabila ikan yang kami pancing tidak mau memakan umpan kami ataupun bila ikan yang kami pancing meleset dari tarikan walesan kami.
Di setren kali wonokromo di jalan jagir itu saya pernah membeli walesan, kroto , jangkrik, ulat dan segala perlengkapan memancingnya, di salah satu di antara 350 bangunan kecil yang di anggap liar itu.
Tapi sekarang backhoe telah meratakannya, monster baja itu sudah mengobrak-abrik kawasan di pinggiran setren kali wonokromo itu, para penghuni yang berusaha menghalangi tak kuasa menghadang moster baja itu. hanya menangis dan meneteskan air mata yang dapat mereka lakukan melihat keganasan monster itu.
“Neng kene iki ora setahun rong tahun, puluh puluhan tahun” Sebuah ucapan yang memilukan terucap dari mulut seorang ibu sambil meraung-raung menangis.
“Aturan jelas, mereka tidak punya IMB dan menempati tanggul” Ucapan yang keluar dari mulut satpol pp, selaku otak dari monster baja itu.
Sebetulnya siapa yang salah di antara semua itu,,,?
Apakah para penghuni yang mencoba mencari sedikit rejeki dari berdagang di pinggiran kali, yang mempunyai anggapan bumi ini milik Tuhan jadi biarkanlah kami menempati sedikit milikNYA untuk menjalani hidup ini.
Ataukah aturan yang mengharuskan kita untuk mentaatinya, akankah orang itu taat aturan itu jika orang itu sebagai penghuni setren kali.
Ataukah orang yang membuat aturan itu, akankah orang itu membuat aturan seperti itu jika orang itu penghuni setren kali.
sumber: jawa pos





sungguh mengenaskan …
gak tau yang salah siapa … yang jelas semoga lekas menemukan solusi nya …. mungkin ada relokasi dari pemerintah untuk para korban
kabarnya sih ada tmpt untuk relokasi, di rusun.
emm… memang sungguh irono, dikala rakyat dihimpit, orang2 atas pada berebut kekuasaan
Semoga ada solusi terbaik.. sehingga nilai kemanusiaan tidak diabaikan
semoga saja om
Kasian ya….
sedih dengernya
dunia penuh dengan lika liku…
sedih senang sakit hebat jatuh bangun atas bawah kojor modar mati idup sengsara kaya wedus gembel onta bekantan semua ada… semua…
Dengan alasan apapun, penghuni liar tanpa IMB, membangun rumah dilahan yg bukan haknya apalagi di badan tanggul sungai itu pasti salah. Juga sangat berbahaya apabila sungai semakin menyempit dan tidak bisa menampung aliran banjir. Tapi ada yg lebih salah lagi, mengapa mereka sudah jelas salah kok tidak dari awal2 menempati daerah tersebut langsung diusir, kok baru sekarang…..
ironis memang mas edi
di satu sisi butuh tempat tinggal disisi yg lain ingin menertibkan dan mempercantik kota
semoga saja dalam hal ini tidak ada yg di rugikan
diriku turut berduka-cita
Trus gimana nasibnya para korban sekarang?
katanya rusun dah ada.
cuma bisa ngomong agar mereka bisa mendapatkan tempat yang terbaik.
Semoga mereka mendapatkan tempat yg lebih layak…
amiiin
masalah yang kompleks
semoga mereka mendapat tempat tinggal yg layak
emoga ada solusi terbaik.. sehingga nilai kemanusiaan tidak diabaikan
pancet wae dr dolo masalahe….tetep ajah….
ironis memang