Beranda > seni > REOG REFLEKSI MASYARAKAT PONOROGO

REOG REFLEKSI MASYARAKAT PONOROGO

reog-ponorogo
Mungkin ada benarnya juga apa yang di katakana Mbah Wo Kucing yang di kutip dalam Kompas”Sebenarnya gerakan-gerakan dalam tari Reog Ponorogo menggambarkan tingkah polah manusia dalam perjalanan hidup mulai lahir sampai mati filosofinya sangat dalam”.

Menurut pandangan saya secara tidak langsung Reog memang merefleksikan tingkah laku masyarakat Ponorogo mesti dari semua yang terjadi tidak terjadi pada semua. Saya melihat dari seni tari dan pergerakannya dalam pagelaran Reog yang di pentaskan pada Grebeg Suro dan Festival Reog di Alon-alon Ponorogo.

Diawali keluarnya Warok Sepuh kemudian di iringi keluarnya para Warok Muda, merefleksikan seberapa waroknya para muda Ponorogo masih tetap menghormati pada yang Sepuh mempersilahkan yang lebih tua duluan dalam segi kemasyarakatannya.

Kemudian para Perempuan yang menaiki Jaran Kepang atau Kuda Lumping dengan gerakannya yang lincah, merefleksikan betapa lincahnya para perempuan-perempuan Ponorogo yang dengan kelincahanya sudah mencapai Luar Negeri menjadi TKW mencari rejeki demi kelurganya.

Kemudian keluarnya Bujang Ganong dengan tari yang rancak dan pecicilan, merefleksikan para Muda Ponorogo yang dengan pecicilanya dengan kreasinya memodifikasi tungganganya dan menngendarainya seperti yg saya lihat di Jalan Suro Menggolo atau Dalan Anyar dengan gaya Free Stylenya.

Kemudian keluarnya Barongan dengan wajah yang garang dan dadak merak dengan bulu yang lembut dan indah dengan gerakanya yang meliuk-liuk, merefleksikan para anggota Dewan di Ponorogo dengan pemikiranya yang meliuk-liuk memikirkan kegarangan masalah demi masalah yang ada di Ponorogo dan dapat menghasilkan pemikiran yang lebut dan indah yang bisa diterima Masyarakat Ponorogo.

Kemudian keluarnya Prabu Klono Sewandono dengan wibawanya memegang Pecut Samandiman dengan gerakan mengayaun-ayunkan pecutnya seperti Orang Angon, merefleksikan Pemimpin Ponorogo yang berwibawa dengan memegang selalu komitmennya dan selalu menghasilkan gagasan-gagasan yang cemerlang sehingga dapat ngengon (memelihara) masyarakat Ponorogo menjadi lebih baik menuju PONOROGO MUKTI WIBOWO.

( sumber foto : dari tugupahlawan.com)

Iklan
Kategori:seni Tag:
  1. Desember 23, 2008 pukul 7:20 am

    mari lestarikan budaya bangsa 🙂

  2. Desember 23, 2008 pukul 1:55 pm

    hem,,,benar kang….

  3. Waspada MK
    Juli 24, 2009 pukul 9:58 am

    Leres Mas, monggo dipun uri-uri ugi dipun kembangaken budaya masyarakat Ponorogo ingkang ugi budoyo bongso, wonten pundikemawon piyantun Ponorogo lenggah,…. Matur sewu sembah nuwun

    matur suwon ugi mas sampun kepareng maos seratan kawulo.

  4. ENDANG W
    Agustus 29, 2009 pukul 8:11 am

    Gue jg seorang pemain reog coz i love INDONESIAN ART from SALA-3 Maju teyus… pantang mundur jgn sampai milik kita direbut oleh bangsa lain.

  5. koko
    September 7, 2009 pukul 5:53 am

    PONOROGO MUKTI WIBOWO, terbukti malay aja pengin, TRUS MAJU KUTO PONOROGO

  6. nenen
    Oktober 29, 2009 pukul 6:54 am

    ponorogo
    yoi yoi

  7. Desember 6, 2009 pukul 10:29 am

    Hayo konco konco ponorogo yang diluar kota,sama sama melestarikan budaya Ponorogo

  8. Maret 10, 2010 pukul 2:44 am

    monggo pak bupato moso selam ima tahun pak bupati g memikir kan tuh desa terpencil biar perekonomian maju khusu nya desa tumpak pelam mohon tuk di aspal ya

  9. Mei 1, 2010 pukul 10:04 am

    Iki lo dhlondonge wong ponorogo..jan ra ndlomok

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: