Beranda > makanan > “kopi salju”

“kopi salju”

 

Pertama kali menginjakan kaki di negeri orang perasan takut, minder, dan penasaran berbaur jadi satu. Penasaran akan cerita orang yang mepesona dan takut akan cerita orang yang konon musim dingin di sini bisa mencapai minus 15 seperti apa rasanya, suhu di lemari es yang minus 5 aja udah dingin apa lagi minus 15.

Awal bulan desember akirya tiba dan musim dingin yang saya takutkanpun harus saya jalani, angin dingin yang bertiup merontokkan daun daun, saya yang biasanya minum air dingin harus berganti minum yang hangat-hangat kopi menjadi favorit saya.

coffee_05 Pengalaman pertama malihat saljupun akirnya terlaksana sayapun mencoba bagaimana rasanya hujan salju, ternyata tak seindah yang saya bayangkan , di rumah yang biasanya bisa berlari-lari di hujan air di sini malah nggak bisa kemana-mana, jangankan lari-lari untuk keluar kamar aja rasanya males banget, rasa dingin yang mencekam terasa banget sampai ke tulang.

Tapi ada cerita yang menarik dari turunya salju kali ini saya yang mengambil jatah makan di rumah makan harus keluar kamar dan berjalan agak jauh, dan setalah makan saya mengambil secangkir kopi niat saya sebagai teman penghangat dalam perjalanan menuju kamar, dalam perjalanan itu kopi yang saya bawa kejatuhan salju, bukanya minum kopi hangat malahan kopi saya jadi kopi salju.

Rasanya pun jadi berubah mirip seperti es kopi yang ada di warung-warung kopi di dekat rumah saya, tapi kopi salju yang satu ini esnya sangat sepecial karena lansung dari pemberian Tuhan yang turunnya dari langit.

Iklan
Kategori:makanan Tag:
  1. Februari 22, 2009 pukul 8:50 am

    wah sekarang domisili dimana mas petruk

    skrng domisili di negeri ginseng…!

  2. galuharya
    Februari 23, 2009 pukul 2:04 am

    kopi salju ala negeri ginseng donk 🙂

  3. Februari 23, 2009 pukul 4:50 am

    wah, varian kopi baru pak 🙂

  4. Februari 23, 2009 pukul 6:22 am

    jadi pengen pegang salju kayak apa ya rasanya?

    rasanya dingin2 empuk

  5. Februari 23, 2009 pukul 9:53 am

    klo hujan di rumah lari lari.alias hujan2an,tp d negeri ginseng klo salju gmn bs lari2? kan turunnya salju waktu kerja he he he

  6. Februari 23, 2009 pukul 2:14 pm

    Klo dingin2 empuk kayak iklan permen donk pak,

    pindingin,dingin2 empuk***

    weh jangan panggil pak isin aku,
    aku kan masih joko tong-tong….!

  7. akang zhitoer
    Februari 25, 2009 pukul 12:19 pm

    wah…wah….mirip tempatku mas…sama2 dingine tapi gak ada saljune, kopine ditempatku bukan kopi salju, tapi kopi tubruk

    lam kenal mas

    salam kenal juga akang zhitoer

  8. Februari 25, 2009 pukul 1:12 pm

    mantap nih..kapan ya merasakan minum kopi ditemani salju..dan putri salju..he2..dimana ini kang???

    kalau di temani ama putri salju, malah nggak jadi minum kopi….?

  9. Maret 3, 2009 pukul 6:06 am

    weyh… keren kang.. bsok jualan kopi salju di ponorogo ae.. 🙂

    boleh juga …

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: