Beranda > cerpen > Embah, jangan sedih

Embah, jangan sedih

Setelah menunggu beberapa bulan akirnya datang juga, masa-masa penuh pengorbanan tetesan kerigat dan tenaga. Mulai dari  menuai benih, menanamnya, merawatnya akirnya menguning juga, tibalah saanya kita menuai hasil.

Embahpun bertanya “Kapan padinya kita panen nak”?

“Satu minggu lagi mbah kira-kira sudah bisa kita panen”

Setelah menunggu satu minggu padi pun kami panen, tetapi kali ini saya agak heran dan bertanya-tanya dalam hati mengapa mbah sering menanyakan tentang kapan padinya di panen. setelah padi selesai kami panen kamipun menjumlah hasil panen kali ini.

harapan tak sesuai kenyataan itulah hasil yang kami dapatkan, kekecewaanpun tampak sekali di wajah Embah setelah melihat hasil panen kami. Dengan wajah lusu karena capek seharian bekerja saya pun bergegas membaersihkan badan dengan harapan bisa cepat istirahat dan tidur.

Ketika itu waktu sudah magrib terdengar keras suara adzan dari samping rumah karena memang rumah kami bersampingan dengan sebuah surau kecil. Tapi saya lihat Embah masih di samping tumpukan gabah dan duduk termenung  dengan raut wajah yang sedikit sedih dan kecewa. Lalu saya pun segera mendekati embah dan bertanya;

”Kenapa masih duduk di sini Embah” Embah menjawab.

”Tidak ada apa-apa nak” dengan suara pelan dan sedikit lesu.

”Kenapa Embah merenung kelihatanya embah sedih ya”?

”Iya nak, mengapa hasil panen kita kali ini tidak seperti biasanya ya nak”

”Tidak apa-apa Embah, Embahkan pernah bilang pada saya sedikit tidak apa-apa asalkan mbarokahi”

Setelah mendengar perkataan saya tadi Embahpun bergegas pergi, mungkin Embah ingat akan pituturnya, dan saya berpikir mungkin ini yang membuat Embah merenung.

mungkin pula ini cobaan dari Tuhan kepada kami agar kami lebih berhemat dengan sedikit rezeki yang di brikanNYA, dan semoga dengan sedikit rezeki yang di berikanNYA  sedikit pula pengeluaran yang harus kami bayar untuk menjalani hidup sampai panen mendatang.

Iklan
Kategori:cerpen Tag:
  1. Maret 7, 2009 pukul 4:40 am

    turut sedih mas petruk 😦

    semoga bisa ikhlas menerima hasil panennya

    makasih mas…

  2. Maret 7, 2009 pukul 7:58 am

    jangan terlalu larut dalam kesedihan ya….,
    do’akan ya mas

  3. Maret 7, 2009 pukul 12:38 pm

    sabar ya mas

    iya smg bisa sabar

  4. Maret 7, 2009 pukul 1:48 pm

    sabar pak….

    inggeh mas

  5. Maret 7, 2009 pukul 2:02 pm

    sabar mbah.. mungkin blom waktune panen akeh. nanti psti panen akeh..

    do’akan ya mas…

  6. Maret 9, 2009 pukul 11:59 am

    Cobaan Orang ber macam – macam ya mas.

    iya..

  7. Maret 10, 2009 pukul 2:06 am

    *turut bersimpati*

    terima kasih…

  8. Maret 10, 2009 pukul 3:40 am

    banyak tau sedikit yang penting bersyukur pak

    alhamdulillah…

  9. Maret 10, 2009 pukul 5:48 am

    berapapun yang kita terima kalo kita ikhlas pasti akan terasa lebih dari cukup tapi seberapapun banyaknya yang kita terima kalo kita gag ikhlas pasti terasa kurang

    ikhlas

  10. nie
    Maret 10, 2009 pukul 8:52 am

    jangan sedih ya? setelah hujan pasti muncul pelangi. yang penting kan mbarokahi 🙂

    semoga saja pelanginya cepat muncul

  11. Maret 10, 2009 pukul 12:38 pm

    sabar adalah jawabannya?

    do’akan bisa sabar yo mas

  12. Maret 10, 2009 pukul 2:05 pm

    Iya mas.. semuanya sudah diatur gusti…

    Semoga panen depan lebih baik dari kali ini…

    amiinn….

  13. Maret 10, 2009 pukul 5:32 pm

    Meskipun sedikit itu masi cukuplah… daripada tdk sama sekali…

    Bersyukur dan terus bersyukur, semoga Alloh membalas rasa sykur kita dengan sesuatu yang lebih….

    amiin….

  14. Maret 11, 2009 pukul 6:07 am

    ditempat saya juga gagal panen mas……….
    biar sedikit klo bermanfaat kan lebih bagus ya mas

    iya juga, sedikit asalkan mborokahi

  15. mas8nur
    Maret 11, 2009 pukul 6:27 pm

    Sudah panen to….di Bulukidul Balong belum…..moga nggak gagal lah….kesabaran yang utama tapi harus belajar dari kegagalan, nggak cuma nrimo kan…..

    siip…!

  16. Maret 13, 2009 pukul 8:27 am

    Semoga dengan adanya hikmah ini, beberapa saat kedepan rezekinya malah nambah.. 😀

    dan yang paling penting Halal, 🙂

    Amiin, 100% halal kok mas…!

  17. Maret 13, 2009 pukul 9:07 am

    yang sabar mas, semoga panen mendatang bisa lebih baik.

    do’akan ya mas..

  18. Maret 13, 2009 pukul 1:06 pm

    semoga kita dijadikan insan yang pandai akan bersyukur atas segala nikmatNYA 🙂

    amiin…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: