Arsip

Posts Tagged ‘embah’

Embah, jangan sedih

Maret 7, 2009 18 komentar

Setelah menunggu beberapa bulan akirnya datang juga, masa-masa penuh pengorbanan tetesan kerigat dan tenaga. Mulai dari  menuai benih, menanamnya, merawatnya akirnya menguning juga, tibalah saanya kita menuai hasil.

Embahpun bertanya “Kapan padinya kita panen nak”?

“Satu minggu lagi mbah kira-kira sudah bisa kita panen”

Setelah menunggu satu minggu padi pun kami panen, tetapi kali ini saya agak heran dan bertanya-tanya dalam hati mengapa mbah sering menanyakan tentang kapan padinya di panen. setelah padi selesai kami panen kamipun menjumlah hasil panen kali ini.

harapan tak sesuai kenyataan itulah hasil yang kami dapatkan, kekecewaanpun tampak sekali di wajah Embah setelah melihat hasil panen kami. Dengan wajah lusu karena capek seharian bekerja saya pun bergegas membaersihkan badan dengan harapan bisa cepat istirahat dan tidur.

Ketika itu waktu sudah magrib terdengar keras suara adzan dari samping rumah karena memang rumah kami bersampingan dengan sebuah surau kecil. Tapi saya lihat Embah masih di samping tumpukan gabah dan duduk termenung  dengan raut wajah yang sedikit sedih dan kecewa. Lalu saya pun segera mendekati embah dan bertanya; Baca selanjutnya…

Kategori:cerpen Tag: